Sejarah Peradaban dan Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Novel Assalamualaikum Beijing

Di propinsi Shaanxi banyak juga dijumpai perkampungan-perkampungan muslim cukup besar yang dikenal dengan nama suku Hui Min Jie atau dikenal dengan suku Hui. Dalam sejarah, suku Hui merupakan perpaduan keturunan suku Han dengan bangsa Persia dan Arab sejak masa Dinasti Tang.
Novel ini sengaja membuktikan bahwa Islam pernah ada dan berjaya di Cina. Islam tidak hanya pernah berjaya di Eropa, terutama Andalusia (sekarang Spanyol). Perjalanan tokoh utama Asma mengelilingi Cina sebagai kolumnis Indonesia memberikan secercah harapan, kekuatan, dan kecintaan pada ajaran Islam. Islam pernah bermukim dan berinteraksi dengan masyarakat Cina. Wajah-wajah muslim Cina dengan kerudung dan mata sipitnya memperlihatkan hubungan dan interaksi sesama muslim. Islam di Cina dikenal sebagai “agama murni dari langit”.
Ada ketertarikan jika melihat kultur Islam di Cina. Sesama muslim merasa ingin merajut kembali ukhuwah dengan saudara-saudara muslim lainnya. Mereka ingin membangkitkan gelora untuk bersilaturahmi antarsesama, menambah ilmu-ilmu agama, dan berdakwah. Dalam novel ini, pembaca juga disuguhi nilai-nilai pendidikan Islam, sejarah Islam, dan pesan-pesan dakwah Islam. Bangunan masjid di Cina menjadi tanda keberadaan Islam. Salah satu masjid dan perkampungan muslim di Cina. Hal ini memperlihatkan adanya kejayaan Islam di masa lalu. Nilai pendidikan dan dakwah Islam terlihat pada diri tokoh Zhongwen. Ia terpesona dengan sahabat Mus’ab bin Umair yang rupawan dan rela melepas gemerlap dunia demi cinta barunya pada Islam. Hati Zhongwen tersentuh dan mulai memahami. Awalnya ia tidak memercayai agama, sehingga lambat laun ia mulai mempelajari Islam. Ia mendapat Hidayah dan menjadi muallaf (masuk Islam).

Beijng merupakan ibukota Cina. Di negara ini, Asmara mendapat tugas sebagai kolumnis Indonesia. Ia menggantikan rekan kerja karena mendadak sakit. Kepergian ke Beijing juga merupakan hikmah dari beberapa peristiwa masa lalu dengan Dewa saat di Indonesia. Sebagai penulis kolom Indonesia, Asma ingin menelusuri keberadaan Islam di negeri tirai bambu. Di mulai dari komunitas muslim di Cina dan jejak-jejak peninggalan Islam masa lalu di Cina. Islam adalah agama universal, yang bisa diterima oleh semua golongan; suku, bangsa, dan adat istiadat. Islam cepat diterima masyarakat karena prinsip toleran (tasamuh), moderat (tawasuth), berkeadilan, dan seimbang (tawazun). Islam disambutan gembira dan terbuka di negeri Cina.
1. Masjid Niu Jie
Masjid ini sangat terkenal di ibu kota Cina, Beijing. Bisa dikatakan masjid ini merupakan pusat komunitas muslim di sana. Dalam sejarahnya, Masjid Niujie menjadi titik awal masuknya Islam ke Cina.

Laki-laki itu tak ingin berbohong, apa yang disampaikannya memang benar. Namun Ashimanya tentu tak perlu tahu bahwa dia telah dengan sengaja mencari gadis itu ke sana ke mari.
“Do you know how old this mosque is?” tanyanya mengalihkan keheranan
“A thousand years?”
Zhongwen mengangguk, “More than a thousand years. It was build in 996”. AB: 97

Dengan bahasa Inggris, Zhongwen menjelaskan bahwa masjid ini bernama Niujie. Masjid ini dibangun pada 996 Masehi. Jika ditelusuri masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Tonghe dari Dinasti Liao. Masjid Niujie terletak di Niujie (Jalan Sapi), Distrik Xuanwu, Beijing. Ini merupakan saah satu masjid di Beijing, ibu kota Cina tersebut. Arsitektur masjid ini mirip bangunan-bangunan Cina pada umumnya, tetapi ada nuansa-nuansa Arab dan Persia. Perbedaan beberapa bangunan kuil di Cina, kalau bangunan kuil menghadap ke selatan, sedangkan masjid di Cina menghadap langsung ke kiblat umat Islam di Mekkah.
Peninggalan Islam berupa masjid merupakan bagian dari adanya perkembangan Islam. Umurnya pun lebih dari 1000 tahun. Perjalanan Asma didampingi oleh Zhongwen memberikan nuansa tersendiri dengan melihat bangunan masjid Niujie.

Setelah melalui pintu masuk, pengunjung akan berhadapan dengan watching moon tower, menara berbentuk heksagonal, setinggi lebih dari 10 meter. Bagian atasnya seperti rumah dengan atap keemasan.

“The tower is so named that way, because it was used by the imamto observe the position of the moon, to determine times for pasting”.
Ah, Asma mengangguk.
Dari menara itu para imam mengawasi bulan untuk menentukan kapan Ramadhan pertama tiba.
AB: 98

Masjid Niujie juga dilengkapi dengan menara. Menara tersebut digunakan sebagai penentu awal puasa di bulan Ramadhan. Menara tersebut juga sering kali digunakan untuk mengumandankan adzan. Bentuk menara tersebut unik berbentuk heksagonal. Bangunan masjid pun tidak seperti bangunan masjid di Arab atau Timur Tengah. Bangunannya seperti rumah warga biasa dengan atap keemasan. Inilah bentuk-bentuk akulturasi budaya dalam penyebaran agama Islam di Cina.
2. Masjid Xi’an
Masjid Xi’an merupakan salah satu masjid di Cina. Masjid Raya Xi’an terbilang unik karena bentuk bangunannya lebih menyerupai kuil dibandingkan masjid. Keberadaan muslin Cina di Xi’an memberikan nuansa tersendiri.

“Kadang terselip rasa penasaran pemuda itu akan interior masjid, khususnya praying area. Sayang, nonmuslim dilarang masuk ke area shalat. Menurut temannya yang beragama Islam, ada sebuah catatan pada kayu yang terletak di bagian dalam masjid, yang menyebutkan bahwa Masjid Raya Xi’an didirikan tahun 742 Masehi atau sekitar tiga belas abad yang lalu. AB: 42

Masjid ini terdapat di Kota Xi’an atau Chang’an. Zhongwen merasa penasaran dengan arsitektur masjid Xi’an. Ia bukan seorang muslim, sehingga ada aturan dan larangan di wilayah shalat bagi seorang nonmuslim. Masjid Xi’an didirikan pada 742 Masehi. Hal ini telihat pada catatan kayu di dalam interior masjid. Jika dirunut dalam sejarah, saat itu wilayah Cina berada di bawah Kaisar Xuanzong dari Dinasti Tang.
Bangunan masjid ini kemudian mengalami renovasi pada masa pemerintahan Kaisar Hongwu dari Dinasti Ming. Tidak seperti kebanyakan masjid di Timur Tengah atau negara Arab lainnya, Masjid Raya Xi’an memiliki konstruksi dan gaya arsitektur yang berbeda, kecuali untuk beberapa huruf Arab dan dekorasi yang terdapat pada bangunan masjid. Masjid ini tidak memiliki kubah-kubah atau menara yang bergaya.

Di kota kelahiranya, berdiri Masjid Raya Xi’an yang merupakan masjid tertua dan terbesar di Cina, dan menjadi jejak sejarah aktivitas dakwah para pedagang Arab dan persia yang berlayar melalui jalur sutra dan kemudian menetap di beberapa kota seperti Ghuangzhou, Quanzhou, Hanzhou, Yangzhou, dan Chang’an atau Xi’an. AB: 41

Perlu direnungkan kembali bahwa peninggalan bersejaran Islam di Cina dapat terlihat jelas seperti bangunan Masjid. Masjid Raya Xi’an merupakan masjid tertua dan terbesar di Cina. Bahkan Masjid ini menjadi jejak para pedagang Arab dan Persia untuk berdakwah. Jalan ini terkenal dengan nama jalan sutra. Akibat dari interaksi-interaksi yang dilakukan, banyak pedagang dari Cina mulai dikenalkan nilai-nilai sosial, budaya dan kehidupan beragama Islam. Pedagang-pedagang Cina sedikit banyaknya menerima kehadiran Islam. Mereka memeluk Islam dan menamakan diri sebagai suku Hui.
3. Perkampungan Muslim di Cina
Komunitas muslim Cina menetap sebagai suku minoritas. Perkampungan Muslim yang sudah ada sejak sekitar 1.400 tahun lalu yang disebut ‘Muslim Quarter’ atau ‘Hui People’s Street, suatu kawasan yang mayoritas penduduknya adalah masyarakat suku Hui.

Padahal ini bukan kali pertama dia bertemu dengan gadis yang mengenakan kerudung. Mengingat Xi’an yang terletak di propinsi Shaaxi merupakan salah satu kota yang memiliki perkampungan muslim cukup besar yang dikenal dengan nama Hui Min Jie. Dalam sejarah, suku Hui merupakan perpaduan dan keturunan suku Han dengan Bangsa persia dan Arab, sejak Masa Dinasti Tang.
AB: 41

Gadis berkerudung yang dimaksud adalah Asma. Penampilan berkerudung layaknya seorang muslimah. Zhongwen teringat pula dengan sebuah perkampungan muslim di Cina. Awalnya muslim tersebut berasal dari Bukhara. Mereka bukan berasal dari orang Arab. Mereka dari Asia Tengah. Mereka berkerabat dengan orang Persia. Mereka bercampur dengan orang-orang Cina sehingga dijuluki sebagai orang-orang Hui Min Jie. Di Cina ada banyak kelompok-kelompok. Kelompok terbesar yang biasanya kita sebut orang Cina adalah kelompok Han. Han adalah orang-orang berperawakan Cina. Han adalah suku mayoritas. Umat muslim bercampur dengan para Han sehingga lebih dikenal sebagai suku Hui.

5. Nilai-Nilai Pendidikan Islam
Keberadaan novel Assalamualaikum Beijing tidak hanya memberikan gambaran tentang sisa-sisa peradaban Islam di Cina. Novel ini juga memberikan nilai-nilai pendidikan Islam. Pengarang berupaya memahami karakteristik tokoh utama dalam mengembang misi dakwah. Ada nilai-nilai pendidikan Islam yang menjadi teladan bagi pembaca.
a. Berjilbab adalah pelindung bagi muslimat untuk menjaga diri.

Melalui perenungan panjang, dia pun sampai pada keputusan untuk menjaga diri lebih baik. Mulai mengenakan jilbab, walaupun tak sepanjang Sekar. Asma juga mulai belajar mengikuti prinsip suami sahabatnya. Tidak bersalaman dan bersentuhan dengan lelaki, kecuali keluarga, dan tidak lagi pacaran. Tidak peduli jika menajdi perbinjangan di kanto. Asma menerimanya sebagai tantangan baru.
AB: 90-91

Suatu keputusan tepat dilakukan Asma sebagai muslimah untuk menjaga diri. Dalam Islam pacaran tidak diperbolehkan. Islam menetapkan aturan keras terhadap kedekatan fisik laki-laki dan perempuan sebelum menikah. Tidak terhingga mudarat sebuah sentuhan jika dibiarkan sehingga dapat membuka pintu zina. Kadar dosanya dapat disejajarkan dengan dosa membunuh.

Dia menangkap kekagetan lelaki itu saat uluran tangannya mendapat sambutan berbeda. Bukan jabat tangan melainkan gaya salaman lain.
“I do it this way, usually’ Jelasnya sambil mengatupkan kedua tangan dn menyedekapkannya di depan dada.
It is your or all Indonesian muslim women do that?
What about a kiss an a cheek?
Asma menggeleng. Meskipun hanya satu ciumn di pipi.
No touch at all?
Gadis itu mengangguk. Islam tak membenarkan laki-laki dan perempuan bersentuhan. Apa yang harus dilakukan seorang hamba selain memberikan kepatuhan kepada Rabb-Nya?
AB: 111

Perkenalan antara Zhongwen dengan Asma menimbulkan tanda tanya. Asma hanya mengatupkan kedua tangan dan menyedekapkannya di depan dada. Apakah semua itu dilakukan oleh seorag muslimat. Mereka berdiskusi panjang lebar tentang makna persentuhan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam. Pertanyaan tersebut memberikan rasa penasaran untuk mengenal lebih dekat makna ajaran Islam. Itulah bukti kecintan seorang muslim pada Allah. Jika aturan itu dilanggar maka berakibat pada dosa besar. Lebih baik seorang laki-laki memegang bara panas berapi daripada perempuan bukan mahromnya. Oleh karena itu seorang muslimat harus memakai penutup atau berjilbab. Berjilbab adalah hal yang wajib bagi muslimat dan merupakan bentuk solusi agar senantiasa menjaga diri.
b. Hidayah itu berasal dari Allah SWT untuk umat yang dicintain-Nya

Lelaki berkulit kuning itu makin rajin ke perpustakaan. Menyibukkan diri dengan membaca buku-buku kajian tentang Islam, bahkan membeli Al-Qur’an dengan terjemahan bahasa Cina AB: 153

Lelaki tersebut bernama Zhongwen. Hidayah bisa datang dari mana saja. Melalui perantara Asma, Zhongwen merasa ada keganjalan untuk menemukan agama yang penuh dengan cahaya. Ia bukan Atheis. Ia percaya pada Tuhan, tetapi ragu terhadap agamanya. Dari kebiasaan berdiskusi seputar kajian keislaman, Zhongwen lebih sering mamastikan dengan belajar lebih dalam tentang Islam..

Zhongwen baru mengenal nama itu. Belum lama.
Namun, basah matanya, tergugah dengan keimanan begitu indah yang dimiliki lelaki itu, juga kecintaan dan pembelaan pada Rasulullah. AB: 260

Imam masjid memperkenalkan sosok sahabat Mush’ab bin Umar kepada Zhongwen. Mush’ab berani mendermakan semua harta benda yang dimilikinya semasa itu untuk perjuangan agama Islam. Kecintaan inilah memberikan hidayah pada diri Zhongwen untuk memeluk agama Islam. Hidayah pun datang. Akhirnya Zhongwen menjadi masuk Islam dan menjadi muallaf.
c. Kekuatan doa menjadi senjata dan kunci utama seorang muslim.
Saat berada dalam perawatan dokter, Asma tetap bersemangat untuk betahan hdup. Penyakit yang diderita Asma adalah APS (Antiphosholid Syindrome) Sindrom darah kental. Setiap saat terjadi gumpalan darah dan ini berakibat pada aktivitas Asma.

Sekar membatu mencari bahan-bahan dari buku dan internet, lalu menyatukannya dalam satu file untuk di-print dn di-fotocopy.
“Doa selalu menenangkan dan memberi harapan”, ujar Asma saat menerima kertas berisi catatan doa yang telah dicopy sahabatnya.
Bismillahisy syafi, bismillahil kafi, bismillahi mu’afi, bismillahi ladzi la yadurru ma’asmihi syai’un fil ardi wa la fis sama’I wa huwas sami’ul ‘alim.
Inna massaniyad durru wa anta arhamur rahimiin. AB: 153

Tanpa henti-hentinya Sekar menemani Asma terkait dengan beberapa doa agar Asma bersemangat dalam menghadapi segala ujian. Sikap Asma sebagi seorang muslim merasa tegar. Hanya lantunan doa menjadi semangat dan motivasi. Hidup adalah sebuah ujian. Semua ada di tangan Alla, kita tidak dapat menghidari dari skenario sang pencipta.
Doa merupakan senjata seorang muslim untuk selalu bermunajat kepada Allah SWT. Dengan nama Allah, Tuhan yang menyembuhkan, dengan menyebut nama Allah Tuhan yang berkecukupan, dengan nama Allah yang dengan namaNya tidak ada sesuatu pun yang berbahaya baik di bumi maupun di langit. Dia adalah Tuhan yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesunguhnya aku telah ditipa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang.

Kesimpulan
Dari berbagai kota yang telah dikunjungi. Ada banyak kesan yang mendalam tentang jejak-jejak peradaban Islam di daratan benua Asia. Wilayah Cina ynag sangat luas di benua Asia bagian Utara tersimpan misteri jejak peradaban Islam. Ada beberapa peninggalan Islam hingga sekarang. Peninggalan Islam berupa masjid merupakan bagian dari adanya perkembangan Islam.
Masjid Niujiei dibangun pada 996 Masehi. Masjid Niujie terletak di Niujie, Distrik Xuanwu, Beijing. Masjid Niujie juga dilengkapi dengan menara. Menara tersebut digunakan sebagai penentu awal memasuki bulan Ramadhan. Menara tersebut juga sering kali digunakan untuk mengumandankan adzan.
Masjid Xi’an didirikan pada 742 Masehi. Tidak seperti kebanyakan masjid di Timur Tengah atau negara Arab lainnya, Masjid Raya Xi’an memiliki konstruksi dan gaya arsitektur yang berbeda, kecuali untuk beberapa huruf Arab dan dekorasi yang terdapat pada bangunan masjid. Masjid ini menjadi jejak para pedagang Arab dan Persia untuk berdakwah.
Komunitas muslim di Cina adalah suku minoritas Mereka berasal dari percampuran antara suku Han dengan pendatang dari Bukhara. Mereka bukan dari Arab, tetapi dari Asia tengah. Akibat percampuran tersebut, muslim Cina dikenal dengan komunitas suku Hui.
Beberapa nilai pendidikan Islam dalam novel Asslamaulaikum Beijing dapat dijadikan pelajaran untuk mengenal agama Islam. Berjilbab adalah pelindung bagi muslimat untuk menjaga diri. Hidayah berasal dari Allah SWT untuk umat yang dicintain-Nya. Kekuatan doa menjadi senjata dan kunci utama seorang muslim.
Inilah bukti adanya jejak-jejak peninggalan peradaban Islam di benua Asia terutama dataran Cina. Dahulu Islam pernah menorehkan sejarah di negeri Tirai Bambu. Bahkan jejak-jejak peninggalan bersejaran berupa masjid masih berdiri kokoh dan dipergunakan sebagai sarana peribadatan kaum minoritas muslim di Cina. Bangunan Masjid dan perkampungan muslim menjadi bukti kejayaan Islam.
<img src="/sites/default/files/field/image/Picture1.png" width="213" height="245" alt="Masjid Xi&#39;an" />
<img src="/sites/default/files/field/image/Picture2.jpg" width="439" height="292" alt="Masjid NiuJiei" />

Tags: 
Penulis: 
Dwi Masdi Widada