Guru Sejati dan Revolusioner

Oleh Atika Ameliana*

 

   Guru merupakan profesi yang sangat mulia, kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan  tujuan pendidikan nasional, yaitu  berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia  yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

   Banyak alasan yang menjadikan profesi guru menyenangkan, pertama  berbagi ilmu, berbagi ilmu adalah hal yang sangat istimewa dan menyenangkan, ketika kita berbagi suatu hal yang bersifat materi, maka materi tersebut bisa saja habis dibagikan. Tetapi jika kita berbagi ilmu, ilmu tersebut tidak akan pernah habis, dan ilmu yang telah kita berikan akan menjadi salah satu pegangan murid kedepannya, ilmu yang telah diberikan akan selalu bermanfaat bagi mereka di tengah masyarakat dan dimana saja mereka berada. Kedua, memperluas ilmu, menjadi guru tidak hanya memberi ilmu, akan tetapi juga menambah ilmu pengetahuan bagi guru sendiri, apalagi murid saat ini sangat kritis, hal ini tentu saja patut diantisipasi guru dengan memperluas pengetahuannya. Ketiga, melatih kesabaran, denga menjadi pendidik maka kita akan banyak belajar untuk mengendalikan diri, mengontrol emosi, dan memahami setiap karakter peserta didik.

   Kita tentunya sepakat, bahwa guru harus menjadi teladan yang baik bagi siswa dan masyarakat, namun tidak cukup dengan itu, karena guru juga harus sejati dan revolusioner, artinya guru harus memiliki semangat dan mengahayati dengan tugasnya sebagai pendidik. Guru sejati adalah mereka yang menjalankan tugasnya  dengan penuh semangat keikhlasan dan semangat revolusioner mendidik anak bangsa, sedangkan guru tidak sejati adalah mereka yang berorientasi pada rupiah belaka, mengajar tanpa mendidik, memenuhi presensi tanpa menjadi motivator sejati bagi peserta didik.

   Guru harus memenuhi kualifikasi akademik dan kriteria ideal seorang guru, artinya selama ini banyak guru yang pandai secara akademik, namun tidak mampu menjadi pendidik yang baik. Maka perlunya guru revolusioner yang mengajar penuh dengan motivasi tinggi dengan semangat memajukan pendidikan Indonesia, guru revolusioner selalu mengajar dengan penuh rasa ikhlas tanpa pamrih, memiliki tingkat kedisiplinan tinggi, selalu menjadi damban siswa yang selalu menjadi motivasi dan memberi motivasi agar selalu semangat untuk menuntu ilmu baik di sekolah maupun di luar sekolah, mampu mengajarkan kepada siswa bahwa hidup tidak sekedar menjadi mahasiswa berilmu tetapi juga menjadi manusia yang beriman dan berakhlak, dan mengajarkan kepada siswa bahwa hidup ini bukan sekedar untuk menjadi apa, tapi untuk berbuat apa. Maka dari itu sebagai generasi guru di masa depan, kita harus menjadi guru sejati dan revolusioner.

*) Mahasiswa PBA Semester VII Kelas Jurnalistik.

 

 

 

 

Tags: