Acara Reaktivasi Tadris Bahasa Inggris dan Tadris Matematika Berjalan Sukses

 

 

Acara Reaktivasi Tadris Bahasa Inggris dan Tadris Matematika Berjalan Sukses

 

Disemarakkan dengan Seminar dan Tarbiyah Award  

FITK NEWS – Acara Reaktivasi Tadris Bahasa Inggris dan Tadris Matematika yang digelar oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Kamis (2/3) berjalan sukses. Tak hanya para peserta, baik mahasiswa maupun alumni yang antusias memadati lokasi acara, namun dalam moment tersebut juga diramaikan dengan seminar nasional dan penganugerahan Tarbiyah Award Kedua untuk alumni yang berprestasi.

Prosesi Reaktivasi Tadris Bahasa Inggris dan Tadris Matematika ditandai oleh pemukulan gong oleh Prof. Dr. H. Imam Suprayogo yang disaksikan Prof. Dr. Mudjia Rahardjo (Rektor UIN Maliki Malang), Dr. H. Nur Ali, M.Pd (Dekan FITK) dan para hadirin. Dalam waktu yang bersamaan juga diputar video reaktivasi Tadris Bahasa Inggris dan Tadris Matematika.   

Prof. Dr. Mudjia Rahardjo dalam sambutannya menegaskan dua prodi yang direaktivasi diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat, baik lingkup Jawa Timur maupun nasional terhadap peran guru Bahasa Inggris dan Matematika.

Sementara itu, dalam seminar yang mengusung tema "Prospek dan Tantangan Guru di Era Global” itu diisi oleh beberapa pemateri andal. Di antaranya Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Keynote Speaker, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo (Alumni Tadris Bahasa Inggris dan Guru Besar UIN Maliki Malang), Prof. Dr. H. Djunaidi Ghony (Alumni Tadris Bahasa Inggris dan Guru Besar UIN Maliki Malang), Drs. H. Mahfud Shodar, M.Ag (Alumni Tadris Matematika dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur) serta Dr. Santoso (perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur). Sementara Abdul Muntholib (Pimred Jawa Pos Radar Malang) yang didaulat sebagai moderator seminar.

Di seminar yang berlangsung hampir dua jam itu, para pemateri banyak membahas tentang berbagai problematika yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Misalnya tentang tidak meratanya kualitas guru di masing-masing daerah, rumitnya aturan, sampai prosentase kebutuhan guru di setiap daerah.

Disisi lain pihak panitia juga menyelanggarakan penganugerahan Tarbiyah Award Kedua 2017. ada dua nominator yang mendapat penganugerahan tersebut. Nominator pertama tentang inovasi pengembangan lembaga pendidikan yang diraih oleh Drs. KH. Mhamud Zubairi, MA. Nominator kedua tentang pengembangan jenjang karir pendidikan dianugerahkan kepada Drs. H. Mahfudz Shodar, M.Ag.