LP Maarif NU Lamongan Gandeng FITK Gelar Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan

 

 

 

LP Maarif NU Lamongan Gandeng FITK Gelar Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan

 

Sebagai Langkah Persiapan Pemberlakuan Program Fullday School

FITK NEWS – Sebagai langkah persiapan pemberlakuan program fullday school, LP Maarif NU Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan mengadakan workshop peningkatan mutu pendidikan dengan menggandeng Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maliki Malang. Acara tersebut berlokasi di Aula Microteaching, Sabtu (4/03).

Acara peningkatan kapasitas kepala dan wakil Kepala bidang kurikulum tersebut diikuti 130 peserta. Narasumber dalam workshop tersebut yaitu Dekan FITK Dr. H. Nur Ali, M,Pd.

Menurut Ketua MWC NU Solokuro, H. M. Ilham, workshop ini sebagai sarana peningkatan kapasitas kepala dan waka kurikulum guna menyambut pemberlakuan peraturan pendidikan yang begitu baru seperti program fullday school. Selain itu juga sebagai ajang silaturrahim. Sebab, narasumber merupakan putra asli kelahiran Desa Payaman, Kecamatan Solokuro. 

Sementara itu Ketua LP Ma'arif NU Lamongan, Husen sangat mengapresiasi atas digelarnya workshop peningkatan mutu pendidikan. Mengingat acara tersebut dapat dijadikan forum ilmiah dan upaya meningkatkan kualitas diri, guna mewujudkan impian menjadi lembaga pendidikan yang diminati masyarakat. 

Lebih lanjut Husen mengungkapkan, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh visi dan misi kepala sekolah dan jajarannya yang memiliki semangat untuk maju. "Untuk bisa maju dan jadi unggulan, maka kepala sekolah harus terus melakukan langkah strategis dan inovatif," ujarnya. 

Apalagi, sambungnya, di era sekarang ini sangat mendukung untuk bisa menjadi maju dan unggul. Sebab, Pemerintahan Indonesia cukup serius memajukan dunia pendidikan. "Indikatornya dengan adanya program fullday school," tutur dia.

Program fullday school yang digagas pemerintah, sambung Husen, sangat menguntungkan LP Maarif. Karena konsep fullday school selaras dengan pola pendidikan pesantren yang sudah dilakukan oleh Ulama dan Kyai NU jauh sebelum Indonesia merdeka.  

Lebih jauh, ia berharap, kepala sekolah tidak perlu merasa ragu untuk menerapkan program fullday school. "Pihak sekolah bisa melakukan model kemitraan dan kerja sama dengan perguruan tinggi sebagai pemilik ide gagasan, seperti kegiatan ini dengan FITK UIN Malang," kata dia.

Apalagi di satu sisi, sambung Husen, UIN Malang sebagai Penyelenggara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menangani program sertifikasi guru termasuk melakukan kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG). "Untuk itu kami ucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan Workshop ini semoga bermanfaat untuk kemajuan lembaga pendidikan di lingkungan NU dan terimakasih kami sampaikan kepada FITK UIN Malang yang berkenan memberikan fasilitas, kesempatan dan ilmunya kepada jajaran kami," ujarnya mengakhiri pembicaraan. (Ahmad Ali Masum/gung)