MIU Login

FITK UIN Malang Jemput Potensi di Krebet, Melalui Rumah Inspirasi Menjadi Titik Temu Kolaborasi Pendidikan, UMKM, Lingkungan, dan Pemberdayaan Masyarakat

FITK INSIGHT – Malang – Pendidikan tinggi tidak hanya tumbuh di ruang kelas. Ia juga hadir di tengah masyarakat, belajar dari potensi lokal, membaca persoalan nyata, dan bersama-sama mencari solusi. Semangat inilah yang mewarnai penjajakan kerja sama dan penempatan alumni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Rumah Inspirasi Desa Krebet, Bululawang, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Rombongan FITK yang terdiri atas Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, dan Ketua Unit dipimpin langsung oleh Dekan FITK UIN Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. Kehadiran rombongan disambut oleh Kepala Desa Krebet, Drs. H. M. Nurkholis, M.Si.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Desa Krebet tidak hanya menjadi lokasi kunjungan, tetapi juga menghadirkan sebuah cerita tentang bagaimana masyarakat mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi dan sosial. Dalam pemaparannya, Kepala Desa Krebet menjelaskan bahwa desa tersebut memiliki berbagai potensi ekonomi lokal yang terus dikembangkan, terutama melalui UMKM kreatif dan Bank Sampah.

Saat ini terdapat sekitar 170 UMKM yang berkembang di Desa Krebet. Berbagai produk masyarakat mulai dari abon, kopi, hingga pentol bakso menjadi bagian dari geliat ekonomi kreatif desa. Bahkan, potensi tersebut turut menarik perhatian pelaku usaha dari luar Desa Krebet yang ingin ikut mengembangkan usaha di wilayah tersebut.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa desa memiliki sumber daya yang tidak kalah besar untuk dikembangkan. Dengan pendampingan, inovasi, pemasaran yang tepat, serta pemanfaatan teknologi, produk lokal dapat memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Semangat inovasi juga terlihat dalam pengelolaan lingkungan. Desa Krebet mengembangkan Bank Sampah dengan jumlah nasabah yang telah mencapai sekitar 3.000 orang. Pengelolaan sampah organik juga dikembangkan melalui pemanfaatan maggot. Maggot tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele, sehingga menciptakan sebuah siklus pemanfaatan yang bernilai ekonomis.

Inovasi sederhana tersebut memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang. Sampah tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Desa Krebet memiliki ruang yang luas untuk menjadi mitra dalam berbagai kegiatan akademik, mulai dari Praktik Kerja Lapang (PKL), magang, penelitian ilmiah, hingga studi kasus terkait manajemen dan inovasi produk.

Mahasiswa dapat belajar langsung dari masyarakat tentang bagaimana sebuah UMKM dibangun, bagaimana usaha dikelola, bagaimana produk dikembangkan, hingga bagaimana inovasi lingkungan dapat memberikan dampak ekonomi. Sebaliknya, masyarakat juga dapat memperoleh dukungan keilmuan dari perguruan tinggi untuk mengembangkan potensi yang telah dimiliki.

Kerja sama ini semakin relevan dengan semangat FITK UIN Malang dalam memperluas jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) serta berbagai mitra strategis di masyarakat. FITK berharap kolaborasi ke depan dapat berkembang menjadi ekosistem edupreneurship, melalui program edukasi, pelatihan, pendampingan, penelitian, pengembangan produk, hingga kemitraan bisnis.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana menjadi pencari kerja, tetapi juga didorong untuk memiliki kemampuan menciptakan peluang, membaca potensi, dan membangun solusi. Desa Krebet menjadi contoh bahwa inovasi dapat lahir dari lingkungan terdekat. UMKM, pengelolaan sampah, maggot, hingga Bank Sampah menunjukkan bahwa ketika masyarakat memiliki kemauan dan kreativitas, potensi sederhana dapat berkembang menjadi kekuatan bersama.

Penjajakan kerja sama FITK UIN Malang dengan Desa Krebet menjadi langkah nyata dalam membangun jembatan antara kampus dan masyarakat. Potensi 170 UMKM, Bank Sampah dengan sekitar 3.000 nasabah, serta inovasi pengolahan sampah menjadi maggot dan pakan lele menunjukkan bahwa Desa Krebet memiliki ekosistem pemberdayaan yang sangat potensial untuk dikembangkan bersama.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi ruang bertemunya ilmu dan pengalaman, teori dan praktik, serta pendidikan dan pemberdayaan. FITK UIN Malang terus menegaskan bahwa pendidikan terbaik bukan hanya tentang seberapa banyak ilmu yang dipelajari, tetapi juga seberapa besar ilmu tersebut mampu memberikan manfaat. Dari Desa Krebet, mahasiswa dapat belajar bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar—terkadang perubahan lahir dari keberanian melihat potensi kecil, mengembangkannya dengan ilmu, lalu mengubahnya menjadi manfaat bagi banyak orang.[iz]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: fitk.uin-malang.ac.id
Instagram : fitkuinmlg
Tiktok : fitk.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

Berita Terkait