{"id":1785,"date":"2020-03-16T16:11:00","date_gmt":"2020-03-16T16:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/?p=1785"},"modified":"2020-03-16T16:11:00","modified_gmt":"2020-03-16T16:11:00","slug":"bahasa-arab-salah-mengucapkan-salah-arti-dan-tujuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/bahasa-arab-salah-mengucapkan-salah-arti-dan-tujuan\/","title":{"rendered":"Bahasa Arab, Salah Mengucapkan Salah Arti dan Tujuan"},"content":{"rendered":"<p><em>Oleh&nbsp; Des. Tini Solihah (Mahasiswa PBA Angkatan 2016)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>U<\/strong>nsur-unsur bahasa Arab terdapat 3 (tiga) unsur : 1. Suara (\u0627\u064c\u0635\u0648\u062a)<\/p>\n\n\n\n<p>Suara adalah unsur bahasa&nbsp; yang&nbsp; semua&nbsp; bahasa&nbsp; memiliki&nbsp; suara.&nbsp;<em>Shaut&nbsp;<\/em>adalah bunyi bahasa Arab yang diujarkan oleh orang bangsa Arab atau penutur asli bahasa Arab. Serta suara yang tentunya memiliki arti.<\/p>\n\n\n\n<p>)\u0627\u064c\u0651\u0641\u0633\u0627\u062f\u0627\u062a( kata Kosa 2.<\/p>\n\n\n\n<p>Unsur ini yang harus dipegang setiap peserta didik, sebab agar setiap individunya dapat mengekspresikan tujuan dari pembicara atau penulis. Dalam konteks pengajar bahasa Arab, harus mengikuti kaidah bahasa Arab. Selain itu, unsur ini dapat mempermudah penerjemah teks maupun kalimat.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Struktur kalimat (\u0627\u064a\u062a\u0632\u0646\u064b\u0628).<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah belajar atau mengetahui suara beserta suku kata bahasa Arab, di sini para pendidik harus mengarahkan siswanya dalam bentuk terstruktur. Seperti halnya bahasa Inggris yang diatur kebahasaannya dengan berbagai macam&nbsp;<em>Grammar,&nbsp;<\/em>dengan tujuan agar setiap bahasa tertata dalam bentuk lisan dan tulisan. sehingga dapat dipahami oleh pendengar dan pembaca.<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait dengan judul kali ini. Sebelah mana kita harus hati-hati dalam berbahasa Arab?Merujuk kepada salah satu unsur bahasa yaitu struktur bahasa. Yang mana di dalamnya menerangkan sedetail mungkin. Mulai dari tatanan huruf,&nbsp;<em>Syakal&nbsp;<\/em>hingga konteks penyusunannya. Lalu apa penyebabnya? Sesuai dengan tujuan struktur bahasa itu sendiri adalah agar pendengar dan pembaca dapat memahami apa yang didengar dan dibaca dengar mudah. Lalu bila menyimpang akan menimbulkan pertanyaan besar yang menimbulkan salah paham.<\/p>\n\n\n\n<p>Tulisan ini telah dimuat di:<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/destinisolihah2296\/5d9a1bfb0d823040d16c16a4\/bahasa-arab-salah-mengucapkan-salah-arti-dan-tujuan\">https:\/\/www.kompasiana.com\/destinisolihah2296\/5d9a1bfb0d82304<\/a>&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/destinisolihah2296\/5d9a1bfb0d823040d16c16a4\/bahasa-arab-salah-mengucapkan-salah-arti-dan-tujuan\">0d16c16a4\/bahasa-arab-salah-mengucapkan-salah-arti-dan-tujuan<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh&nbsp; Des. Tini Solihah (Mahasiswa PBA Angkatan 2016) Unsur-unsur bahasa Arab terdapat 3 (tiga) unsur : 1. Suara (\u0627\u064c\u0635\u0648\u062a) Suara adalah unsur bahasa&nbsp; yang&nbsp; semua&nbsp; bahasa&nbsp; memiliki&nbsp; suara.&nbsp;Shaut&nbsp;adalah bunyi bahasa Arab yang diujarkan oleh orang bangsa Arab atau penutur asli bahasa Arab. Serta suara yang tentunya memiliki arti. )\u0627\u064c\u0651\u0641\u0633\u0627\u062f\u0627\u062a( kata Kosa 2. Unsur ini yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2950,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1785","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1785"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1785\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}