{"id":3867,"date":"2020-01-31T08:00:30","date_gmt":"2020-01-31T08:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/index.php\/2020\/01\/31\/ngaji-kitab-kuning-cara-belajar-bahasa-arab-paling-ampuh\/"},"modified":"2020-01-31T08:00:30","modified_gmt":"2020-01-31T08:00:30","slug":"ngaji-kitab-kuning-cara-belajar-bahasa-arab-paling-ampuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/ngaji-kitab-kuning-cara-belajar-bahasa-arab-paling-ampuh\/","title":{"rendered":"Ngaji Kitab Kuning, Cara Belajar Bahasa Arab Paling Ampuh?"},"content":{"rendered":"<p class=\"rtejustify\"><em><strong>N<\/strong>gaji <\/em>kitab kuning memang sudah jadi tradisi di pondok pesantren. Dengan berbagai metode menjadikannya sebuah metode pembelajaran <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/tag\/bahasa\">bahasa <\/a>Arab yang aktif, mulai dari <em>khataman<\/em>, <em>sema&#8217;an<\/em>, dan juga <em>sorogan<\/em>. Tapi apakah sejatinya <em>ngaji <\/em>kitab kuning menjadi sebuah metode terbaik bagi pembelajaran bahasa Arab? Sangat subyektif<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<div>\n<p class=\"rtecenter\"><strong><em>Ngaji <\/em>Kitab Kuning, Cara Belajar Bahasa Arab Paling Ampuh?<\/strong><\/p>\n<p class=\"rtecenter\"><em>Oleh Muhammad Muchibbul Firdausi (Mahasiswa PBA Angkatan 2016)<\/em><\/p>\n<p class=\"rtejustify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"rtejustify\"><em><strong>N<\/strong>gaji <\/em>kitab kuning memang sudah jadi tradisi di pondok pesantren. Dengan berbagai metode menjadikannya sebuah metode pembelajaran <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/tag\/bahasa\">bahasa <\/a>Arab yang aktif, mulai dari <em>khataman<\/em>, <em>sema&#8217;an<\/em>, dan juga <em>sorogan<\/em>. Tapi apakah sejatinya <em>ngaji <\/em>kitab kuning menjadi sebuah metode terbaik bagi pembelajaran bahasa Arab? Sangat subyektif ketika kita menjawabnya dengan kata &#8220;iya&#8221; atau &#8220;tidak&#8221;.<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">Setidaknya ada beberapa keunggulan daripada <em>ngaji <\/em>kitab kuning ini. Seperti kita tau terdapat 4 <em>maharoh <\/em>dalam pembelajaran bahasa Arab, <em>kalam<\/em>, <em>qiro&#8217;ah<\/em>, <em>kitabah<\/em>, dan <em>istima&#8217;<\/em>. Dan keempat <em>maharoh <\/em>tersebut bisa kita dapatkan dalam <em>ngaji <\/em>kitabkuning.<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">Dalam model <em>sema&#8217;an<\/em>, kita bisa mendapatkan semua <em>maharoh <\/em>tersebut. Ketika kyai membacakan kalimat per-kalimat tentunya kita mendengarkan dan mendapatkan <em>maharoh istima&#8217; <\/em>didalamnya. Kemudian sambil kita memberi makna (<em>maharoh kitabah<\/em>) juga kita mendapat <em>maharoh qiro&#8217;ah <\/em>dari proses &#8220;<em>nyemak<\/em>&#8221; bacaan kyai.<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">Kemudian dalam model <em>sorogan <\/em>(satu persatu santri membaca di hadapan ustadz\/kyai)sudah barang tentu kita mendapat <em>maharoh kalam <\/em>dan <em>maharoh qiro&#8217;ah <\/em>juga <em>maharoh istima&#8217; <\/em>dari proses tersebut. Dantradisi <em>ngaji <\/em>kitabkuningmasih banyakkitatemui di kalangan pondok pesantren salaf.Secara tidak sadarpun kita juga banyak mendapat kosakatabahasa Arabbaru dari membacakitabkuning. Hal tersebut bisa memperbanyak perbendaharaan kosakata kita dalam bahasa Arab. Dengan berbagai macam kitab yang dipakai juga membuat kita semakin luas mempelajari bahasa Arab.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">Memang terdengar klasik, tapi sudah barang tentu ada diantara kita yang bisa dikatakan mempunyai kemampuan berbahasa Arab dari metode ngaji kitab kuning.<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">Tulisan ini telah dimuat di:<\/p>\n<p class=\"rtejustify\"><a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/muhammadmuchibbulfirdausi\/5d9baf01097f362bc108ea94\/ngaji-kitab-kuning-cara-belajar-bahasa-arab-paling-ampuh\">https:\/\/www.kompasiana.com\/muhammadmuchibbulfirdausi\/5d9baf0<\/a> <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/muhammadmuchibbulfirdausi\/5d9baf01097f362bc108ea94\/ngaji-kitab-kuning-cara-belajar-bahasa-arab-paling-ampuh\">1097f362bc108ea94\/ngaji-kitab-kuning-cara-belajar-bahasa-arab-<\/a> <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/muhammadmuchibbulfirdausi\/5d9baf01097f362bc108ea94\/ngaji-kitab-kuning-cara-belajar-bahasa-arab-paling-ampuh\">paling-ampuh<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngaji kitab kuning memang sudah jadi tradisi di pondok pesantren. Dengan berbagai metode menjadikannya sebuah metode pembelajaran bahasa Arab yang aktif, mulai dari khataman, sema&#8217;an, dan juga sorogan. Tapi apakah sejatinya ngaji kitab kuning menjadi sebuah metode terbaik bagi pembelajaran bahasa Arab? Sangat subyektif<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3867","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kolom-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3867","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3867"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3867\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}