Site icon FITK

Arkan Kemenag Jadi Ruang Aktualisasi Dosen FITK Hasilkan Penelitian Berkualitas

FITK NEWS – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan kian giat mendukung Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) 2018-2028 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Di awal tahun ini, pihak fakultas membekali para dosen lewat kegiatan Pelatihan Dasar Analisis Data Kuantitatif. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu Selasa dan Rabu (18-19/01) di Microteaching.
Dekan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd menyatakan kegiatan pelatihan ini didesain dalam kelas intensif yaitu hanya diikuti 20 dosen saja. Tujuannya supaya peserta lebih intens dalam memahami dan mempelajari materi yang disampaikan narasumber. “Para peserta yang mengikuti pelatihan wajib melahirkan penelitian dan karya yang inovatif, kreatif dan adaptif serta berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Terlebih ikut berpartisipasi menyukseskan Arkan Kemenag 2018-2028 sebagai ruang aktualisasi diri”, ujar Nur Ali.
Lebih lanjut Nur Ali menyatakan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas hasil penelitian mahasiswa maka diperlukan pula peningkatan kompetensi riset para dosennya. Dari kegiatan diklat penelitian akan ditindaklanjuti dengan program penelitian kolaboratif kompetitif bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan FITK.
Ketua Pusat Penelitian dan Academic Writing FITK Benny Afwadzi, M.Hum menambahkan jika kegiatan Pelatihan Dasar Analisis Data Kuantitatif diisi oleh dua narasumber andal, yakni Sulistya Umie Ruhmana Sari, M.Si (Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dan Nur silviyah Rahmi, S.Si, M.Stat (Dosen Universitas Brawijaya Malang).
Untuk pemateri pertama, sambung Benny, menyampaikan tentang gambaran umum penelitian kuantitatif, penentuan populasi dan sampel serta menguji validitas dan reliabilitas instrumen, statistik deskriptif dan histogram / grafik. Sementara pemateri kedua menerangkan tentang materi uji asumsi, regresi, korelasi dan uji t. “Selain teori, para peserta juga diajak praktik menalisis data melalui program SPSS”, kata Benny.

Exit mobile version