{"id":1779,"date":"2020-03-18T16:05:00","date_gmt":"2020-03-18T16:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/?p=1779"},"modified":"2020-03-18T16:05:00","modified_gmt":"2020-03-18T16:05:00","slug":"antara-fushah-dan-amiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/antara-fushah-dan-amiyah\/","title":{"rendered":"Antara Fushah dan Amiyah"},"content":{"rendered":"<p><em>Oleh: Mohammad Sofi Anwar (Mahasiswa PBA Angkatan 2016)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>F<\/strong>ushah&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>\u201eamiyah&nbsp;<\/em>adalah kata yang tidak asing di telinga pembelajar bahasa Arab. Menurut Ya\u201fqub, bahasa&nbsp;<em>fushah&nbsp;<\/em>adalah bahasa Arab baku yang digunakan Al-Qur\u201fan dan&nbsp;<em>hadits&nbsp;<\/em>Nabi. Bahasa Arab&nbsp;<em>fushah&nbsp;<\/em>digunakan dalam kesempatan-kesempatan resmi dan untuk kepentingan penulisan pemikiran intelektual.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan bahasa Arab&nbsp;<em>\u201eamiyah&nbsp;<\/em>adalah bahasa keseharian orang Arab yang hanya bisa dipahami oleh orang Arab sendiri. Bahasa&nbsp;<em>\u201eamiyah&nbsp;<\/em>muncul ketika bahasa Arab berkembang ke luar jazirah Arab. Dalam perkembangannya, masyarakat Arab mulai berinteraksi dengan masyarakat bangsa lain. Dalam interaksi tersebut, bahasa satu dan bahasa lain saling memengaruhi. Dengan adanya interaksi tersebut, penggunaan bahasa Arab mulai bercampur dengan bahasa lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, masyarakat Arab kerap kali melakukan kesalahan dalam menggunakan bahasa Arab. Hal ini terjadi karena bahasa Arab sudah bercampur dengan bahasa asing, hingga munculah ragam bahasa. Ragam bahasa ini banyak ditemukan di pasar-pasar dan disebut bahasa pasaran atau bahasa&nbsp;<em>\u201eamiyah<\/em>. Bahasa<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201eamiyah<\/em>pun menjadi media yang mudah dimengerti berbagai pihak, karena tidak terikat oleh aturan-aturan.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski bahasa&nbsp;<em>\u201eamiyah&nbsp;<\/em>biasa digunakan oleh orang-orang Arab dalam kesehariannya, kedudukan bahasa&nbsp;<em>\u201eamiyah&nbsp;<\/em>ini tidak bisa sejajar dengan bahasa&nbsp;<em>fushah<\/em>. Bahasa&nbsp;<em>fushah&nbsp;<\/em>bahkan menjadi bahasanya orang-orang berpendidikan di Negara Arab.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan Ibu Dewi Chamidah dosen bahasa Arab di salah satu universitas di Indonesia, bahwa bahasa Arab&nbsp;<em>fushah&nbsp;<\/em>adalah bahasanya orang-orang berpendidikan. Orang asing yang menggunakan bahasa Arab&nbsp;<em>fushah&nbsp;<\/em>akan dihormati oleh orang Arab asli.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karenanya pembelajaran bahasa Arab di berbagai negara termasuk Indonesia, mengajarkan bahasa Arab dengan bahasa&nbsp;<em>fushah<\/em>. Hal ini bertujuan untuk membiasakan para pembelajarnya menggunakan bahasa&nbsp;<em>fushah&nbsp;<\/em>dalam pembelajaran bahasa Arab tersebut. Bahasa&nbsp;<em>\u201eamiyah<\/em>-pun jarang sekali dipelajari oleh pembelajar bahasa Arab. kalaupun mereka mempelajari, hanya sebatas pengetahuan saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Tulisan ini telah dimuat di:<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/mohammad52929\/5d957423097f36602e684652\/antara-fushah-dan-amiyah\">https:\/\/www.kompasiana.com\/mohammad52929\/5d957423097f366<\/a>&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/mohammad52929\/5d957423097f36602e684652\/antara-fushah-dan-amiyah\">02e684652\/antara-fushah-dan-amiyah<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Mohammad Sofi Anwar (Mahasiswa PBA Angkatan 2016) Fushah&nbsp;dan&nbsp;\u201eamiyah&nbsp;adalah kata yang tidak asing di telinga pembelajar bahasa Arab. Menurut Ya\u201fqub, bahasa&nbsp;fushah&nbsp;adalah bahasa Arab baku yang digunakan Al-Qur\u201fan dan&nbsp;hadits&nbsp;Nabi. Bahasa Arab&nbsp;fushah&nbsp;digunakan dalam kesempatan-kesempatan resmi dan untuk kepentingan penulisan pemikiran intelektual. Sedangkan bahasa Arab&nbsp;\u201eamiyah&nbsp;adalah bahasa keseharian orang Arab yang hanya bisa dipahami oleh orang Arab sendiri. Bahasa&nbsp;\u201eamiyah&nbsp;muncul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2948,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1779"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1779\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}