{"id":3825,"date":"2020-01-13T07:30:25","date_gmt":"2020-01-13T07:30:25","guid":{"rendered":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/index.php\/2020\/01\/13\/memaknai-hidup-melalui-syiir-arabi\/"},"modified":"2020-01-13T07:30:25","modified_gmt":"2020-01-13T07:30:25","slug":"memaknai-hidup-melalui-syiir-arabi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/memaknai-hidup-melalui-syiir-arabi\/","title":{"rendered":"Memaknai Hidup Melalui \u201cSyi\u201fir Arabi\u201d"},"content":{"rendered":"<p class=\"rtejustify\"><strong>K<\/strong>ehidupan bak air yang terus mengalir, metamorfosanya selalu berubah walau tak menyeluruh, roda keilmuan semakin hari tentunya semakin menawan dan kebahasaan bertambah kualitas tanpa batas. Kita hanya bisa menyikapi dengan penuh teliti dan<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<div>\n<p class=\"rtecenter\"><span style=\"font-size:14px\"><strong>Memaknai Hidup Melalui \u201c<em>Syi\u201fir Arabi\u201d <\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<p class=\"rtecenter\"><em>Oleh Aah Istiqomah (Mahasiswa PBA Angkatan 2016)<\/em><\/p>\n<p class=\"rtejustify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"rtejustify\"><strong>K<\/strong>ehidupan bak air yang terus mengalir, metamorfosanya selalu berubah walau tak menyeluruh, roda keilmuan semakin hari tentunya semakin menawan dan kebahasaan bertambah kualitas tanpa batas. Kita hanya bisa menyikapi dengan penuh teliti dan hati-hati dan jangan lupa mengabdikan diri dengan penuh percaya diri. Lantas, bagaimana cara kita menyikapi kehidupan? Menyikapi kehidupan bisa dilakukan dengan banyak cara; seperti belajar, bekerja, bergaul dengan sesama dll. Namun, kali ini kita akan menyikapi kehidupan melalui <em>Syi\u201fir Arabi <\/em>(Puisi bahasa Arab). Kenapa dengan <em>Syi\u201fir Arabi<\/em>? Karena, selain kita dapat memahami arti hidup, kita juga bisa menambah pengetahuan kita dalam bahasa Arab khususnya kajian <em>mufrodat <\/em>dan nahwu.<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">Judul ini diangkat sesuai dengan pengalaman penulis dalam perjalanannya mengarungi pembelajaran kebahasa-Arab-an. Bermula dengan keasingan dan ketertarikan kemudian berjalan dengan penuh kesenangan dan kebanggaan. Bangku kuliah semester 3 tepatnya, penulis mulai menjelajahi dunia <em>syi\u201fir <\/em>bahasa Arab. Perlombaan FJA (Festival jazirah Arab) BSA UIN Malang 2017 merupakan panggung pertama ia bersandiwara. Panggung kedua, ketiga dan seterusnya tak semudah dalam ingatan.<\/p>\n<p class=\"rtejustify\"><em>Syi\u201fir Arabi <\/em>sama halnya seperti puisi Indonesia, menganut nilai perjuangan, kasih sayang, kebebasan, politik dan lain sebagainya. Di antara penyair Arab yang terkenal seperti Nizar Qabbani (Suriah), Mahmud Darwis (Palestina), Anis Mansour ( Mesir), Kahlil Gibran<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p class=\"rtejustify\">Karya mereka selalu banyak ditampilkan oleh para pelajar\/Mahasiswa Indonesia khususnya diajang perlombaan. Penyampaian puisi Arab di Indonesia memiliki dua versi. Terkadang, puisi Arab di Indonesia dibawakan layaknya orang-orang Arab berpuisi; hanya dengan membacakan puisi tanpa ekspresi dan <em>gestur <\/em>dan terkadang disampaikan dengan gaya Indonesia yang mengedepankan mimik\/ekspresi dan <em>gestur<\/em>.<\/p>\n<p class=\"rtejustify\"><em>Syi\u201fir Arabi <\/em>dikatakan dapat memaknai kehidupan karena isi dalam puisi tersebut banyak mengandung makna kehidupan seperti yang&nbsp; pernah&nbsp; penulis&nbsp; tampilkan,&nbsp; puisi&nbsp; \u0648\u0627\u064c\u063a\u0636\u0629&nbsp; \u0627\u064c\u062d\u0635\u0652&nbsp; karya&nbsp; Mahmud Darwis, berisi tentang kesedihan dan kemarahan. Mahmud Darwis<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p class=\"rtejustify\">melihat peristiwa penindasan di Palestina. Puisi<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"rtejustify\" dir=\"RTL\">\u0627\u064c\u0637\u0627\u064c\u064f<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"rtejustify\" dir=\"RTL\">\u0648\u0639\u064a\u064b\u0652\u0627<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"rtejustify\" dir=\"RTL\">\u0639\u064b\u064b\u0646\u064e<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"rtejustify\" dir=\"RTL\">\u0636\u0627\u064c\u064f<\/p>\n<\/div>\n<p class=\"rtejustify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">karya Anis Syau Syan yang berisi tentang perbedaan ras\/suku bangsa<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">kulit &nbsp;hitam &nbsp;dan &nbsp;puisi &nbsp;\u064e\u0639\u0635\u064b\u062a\u064b \u0627\u064a\u063a\u0648\u0642 \u0623\u064a\u0652 &nbsp;Karya &nbsp;Faruq &nbsp;Juaidah &nbsp;yang &nbsp;berisi<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">kegalauan cinta. Masih banyak lagi puisi yang lainnya. Dengan membaca puisi-puisi bahasa Arab, kita dapat mengetahui keadaan Negara-negara Arab seperti apa kemudian kita dapat mengambil hikmah dengan mengaplikasikannya dalam kehidupan. Selain mampu memahami makna kehidupan, kita juga akan menambah pengetahuan <em>mufrodat<\/em>. Karena setiap kita akan menampilkan puisi Arab, terlebih dahulu kita harus menerjemahkan puisi tersebut. Jangan salah, menafsirkan puisi bahasa Arab tidak semudah bahasa Indonesia karena selain ilmu <em>Nahwu <\/em>dan <em>Sharaf <\/em>main, kejelian kita dalam memaknai isi juga sangat penting. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!<\/p>\n<p class=\"rtejustify\">Tulisan ini&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; telah&nbsp;&nbsp;&nbsp; dimuat di: <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/aahistiqomah\/5d7b9ac70d82302f306166c2\/memaknai-hidup-dengan-syi-ir-arabi\">https:\/\/www.kompasiana.com\/aahistiqomah\/5d7b9ac70d82302f306<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehidupan bak air yang terus mengalir, metamorfosanya selalu berubah walau tak menyeluruh, roda keilmuan semakin hari tentunya semakin menawan dan kebahasaan bertambah kualitas tanpa batas. Kita hanya bisa menyikapi dengan penuh teliti dan<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3825","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kolom-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3825\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}