Site icon FITK

Tingkatkan Layanan, Laboratorium Sumber Belajar Siap Tambah 1.000 Judul Buku Baru

FITK NEWS – Semakin banyaknya referensi yang dibutuhkan mahasiswa untuk menambah keilmuan, membuat pihak Laboratorium Sumber Belajar (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) punya ide untuk menambah koleksi daftar bukunya. Dalam waktu dekat, pihak Laboratorium Sumber Belajar berencana menambah koleksi 1.000 judul buku baru.

Ketua Laboratorium Sumber Belajar FITK, Amin Prasojo menuturkan keberadaan buku sebagai sumber belajar merupakan hal penting untuk menunjang proses pendalaman keilmuan. ”Sementara ini daftar buku yang ada di laboratorium cukup untuk memenuhi keperluan mata kuliah. Meskipun begitu, kami tetap berinisiatif akan menambah sekitar 1.000 judul buku baru. Ini juga sebagai upaya peningkatan layanan,” ujar Amin.

Buku apa yang akan ditambah? Amin menerangkan, buku-buku yang terkait tentang kependidikan, baik yang berbahasa Inggris maupun bahasa Arab. Penambahan buku ini diharapkan bisa meng-cover kebutuhan referensi beberapa jurusan baru di FITK, seperti Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). ”Kami terus berusaha semaksimal mungkin agar referensi yang dibutuhkan di masing-masing jurusan tersedia di sini (Laboratorium Sumber Belajar),” harapnya.

Menurutnya, fungsi Laboratorium Sumber Belajar tak hanya sebagai tempat untuk meminjam berbagai referensi namun juga bisa dijadikan area berdiskusi dan membahas ilmu yang sedang didalami. ”Banyak mahasiswa yang berdiskusi disini sambil membahas buku yang dibaca,” ucapnya.

Sementara itu Angga Teguh Prastyo MPd, salah satu dosen FITK Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memaparkan, peran Laboratorium Sumber Belajar ini sangat penting. Tentunya tak hanya sebatas tempat mencari referensi untuk mengerjakan tugas kuliah, tetapi juga tempat berdiskusi mendalami keilmuan, riset dan karya ilmiah. ”Makanya ayo maksimalkan Laboratorium Sumber Belajar untuk mengasah daya intelektual dan mengaktualisasikan diri dengan karya ilmiah,” ajaknya. (Gung)Penulis: Agung Prasetiyo

Exit mobile version