MIU Login

Merajut Persaudaraan dalam Balutan Budaya, FITK Persembahkan Bunga Sulawesi Selatan untuk Rektor pada Kick Off Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum ke-13

FITK INSIGHT – Malang — Semangat kemerdekaan Republik Indonesia semakin terasa dalam rangkaian Kick Off Dies Maulidiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ke-65 dan Lustrum ke-13 yang dilaksanakan usai Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Momentum tersebut menjadi panggung kebersamaan seluruh sivitas akademika UIN Malang untuk merayakan perjalanan institusi sekaligus memperkuat persaudaraan dalam keberagaman budaya Nusantara.

Salah satu momen istimewa hadir dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) yang turut memeriahkan kegiatan melalui perwakilan Kontingen Defile FITK dengan mengenakan pakaian adat Sulawesi Selatan, sesuai ketentuan adat yang telah ditetapkan oleh panitia. Namun, kehadiran FITK tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan defile. FITK juga menghadirkan sebuah persembahan penuh makna sebagai simbol penghormatan, persaudaraan, dan kekayaan budaya Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FITK secara langsung menyerahkan rangkaian bunga asli dari Sulawesi Selatan kepada Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bunga tersebut dirangkai secara khusus sebagai bentuk penghormatan sekaligus representasi keindahan budaya Sulawesi Selatan yang dipersembahkan kepada pimpinan universitas. Keindahan rangkaian bunga menjadi simbol bahwa keberagaman budaya Indonesia bukanlah sekadar warisan, tetapi juga kekuatan yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa.

Persembahan tersebut semakin istimewa karena diberikan langsung oleh Dekan FITK kepada Rektor. Momen ini mencerminkan hubungan harmonis, rasa hormat, serta semangat kebersamaan dalam membangun UIN Maliki Malang sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dan berdaya saing.

Tidak hanya bunga, FITK juga mempersembahkan kain khas yang dibungkus menggunakan daun pisang, serta minuman herbal dalam botol yang ditata secara cantik di dalam wadah anyaman daun kelapa kering. Kreativitas tersebut menghadirkan pesan yang sederhana namun mendalam: kekayaan Indonesia dapat diwujudkan melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kain merepresentasikan kekayaan tekstil dan identitas budaya, daun pisang menggambarkan kedekatan manusia dengan alam, sementara minuman herbal menjadi simbol kearifan lokal dan warisan pengetahuan masyarakat Nusantara.

Sementara itu, wadah anyaman daun kelapa kering memperkuat pesan tentang kreativitas, keberlanjutan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Apa yang berasal dari alam dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai, indah, dan bermanfaat.

Dalam defile, kontingen FITK tampil dengan penuh percaya diri mengenakan pakaian adat Sulawesi Selatan. Setiap langkah menjadi gambaran semangat kebangsaan yang tumbuh dari keberagaman. Dari dresscode pakaian adat yang digunakan dipadukan dengan hiasan baju dan topi berbahan alam terbuat dari lembaran daun kelapa dan dianyam sebagai pelengkap simbol tema “Eco Green” yang telah dipilih oleh FITK. Kehadiran busana adat tersebut menegaskan bahwa Indonesia berdiri bukan karena keseragaman, melainkan karena keberagaman yang dipersatukan oleh semangat kebangsaan.

Di tengah suasana perayaan Dies Maulidiyah dan Lustrum, FITK membawa pesan bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menjaga budaya, memperkuat karakter, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Momentum 17 Agustus memberikan makna yang semakin kuat bagi penampilan FITK. Setelah mengibarkan semangat kemerdekaan melalui Upacara HUT ke-81 RI, seluruh sivitas akademika kemudian melanjutkan perayaan dengan semangat kebersamaan dalam Kick Off Dies Maulidiyah dan Lustrum.

Bagi FITK, nasionalisme bukan sekadar mengenang jasa para pahlawan. Nasionalisme juga berarti menghargai budaya, menjaga lingkungan, merawat persaudaraan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa melalui pendidikan. Persembahan bunga Sulawesi Selatan, kain yang dibungkus daun pisang, minuman herbal, hingga wadah anyaman menjadi bahasa sederhana yang menyampaikan pesan besar: budaya adalah identitas, persaudaraan adalah kekuatan, dan pendidikan adalah jalan untuk meneruskan perjuangan bangsa.

Partisipasi FITK dalam Kick Off Dies Maulidiyah UIN Maliki Malang ke-65 dan Lustrum ke-13 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui kreativitas, budaya, dan kebersamaan. Dari Sulawesi Selatan kami membawa budaya, dari FITK kami membawa persaudaraan, dan dari Indonesia kami belajar bahwa keberagaman adalah kekuatan. Bersama FITK, terus bergerak, terus berkarya, dan terus mengabdi untuk pendidikan serta Indonesia yang lebih maju. FITK JAYA! UIN MALIKI MALANG LUAR BIASA! MERDEKA! [iz]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: fitk.uin-malang.ac.id
Instagram : fitkuinmlg
Tiktok : fitk.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

 

Berita Terkait