{"id":5766,"date":"2022-10-05T09:19:48","date_gmt":"2022-10-05T09:19:48","guid":{"rendered":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/?p=5766"},"modified":"2022-10-05T09:19:48","modified_gmt":"2022-10-05T09:19:48","slug":"hati-yang-ikhlas-dan-mindset-jadi-kunci-mengembangkan-literasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/zh\/hati-yang-ikhlas-dan-mindset-jadi-kunci-mengembangkan-literasi\/","title":{"rendered":"Hati yang Ikhlas dan Mindset Jadi Kunci Mengembangkan Literasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>FITK NEWS<\/strong> \u2013 Dalam kuliah tamu Prodi PBA, TM dan TBI yang bertema Upaya Mencerdaskan Masyarakat melalui Pengembangan Kampung Literasi yang Berbudaya ini, Dr. (c) Khoirun Nadir, ST, M.Pd (Direktur Indocita Group) yang hadir menjadi narasumber berbagi pengalamannya dalam dunia literasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengasuh Ponpes Al- Khotibah itu mengatakan hal penting dalam mengembangkan literasi adalah melakukannya dengan hati yang ikhlas. Artinya poin yang dikejar hanya jangan uang saja tapi nilai manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-05-at-16.05.24-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5767\" srcset=\"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-05-at-16.05.24-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-05-at-16.05.24-300x200.jpeg 300w, https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-05-at-16.05.24-768x512.jpeg 768w, https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-05-at-16.05.24-18x12.jpeg 18w, https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-05-at-16.05.24.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Tak hanya itu, literasi juga harus merubah mindset masyarakat yang menganggap belajar bahasa asing itu sulit dan membosankan. \u201cRubah mindset bahwa belajar bahasa itu mudah dan menyenangkan. Untuk membuktikannya pegiat literasi perlu melakukan banyak inovasi dan menciptakan lingkungan yang mendukung\u201d, ucapnya. &nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTunjukkan sesuatu yang bermanfaat lewat karya. Berdayakan masyarakat sekitar dalam kegiatan literasi,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan itu Founder Desa Inggris Singosari tersebut juga menjelaskan tipe-tipe seorang pekerja di antaranya pekerja keras, pekerja cerdas dan pekerja ikhlas. Pekerja keras adalah orang yang bekerja pakai otot. Orang tipe ini biasnya ekonominya pas-pasan. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara pekerja cerdas, sambungnya,adalah orang yang bekerja menggunakan otak. Orang tipe ini rezekinya lebih luas. Terakhir, pekerja ikhlas yaitu &nbsp;orang yang bekerja memakai hati. \u201cModel ketiga ini rezekinya tak terbatas\u201d, ujar pria kelahiran Malang ini. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam acara tersebut, dia juga menceritakan kisah sukses dalam membangun Desa Inggris Singosari, mulai proses merintis sampai menjadi primadona seperti saat ini. &nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FITK NEWS \u2013 Dalam kuliah tamu Prodi PBA, TM dan TBI yang bertema Upaya Mencerdaskan Masyarakat melalui Pengembangan Kampung Literasi yang Berbudaya ini, Dr. (c) Khoirun Nadir, ST, M.Pd (Direktur Indocita Group) yang hadir menjadi narasumber berbagi pengalamannya dalam dunia literasi. Pengasuh Ponpes Al- Khotibah itu mengatakan hal penting dalam mengembangkan literasi adalah melakukannya dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5768,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5766","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5766","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5766"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5766\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fitk.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}