MIU Login

Beyond Numbers, Beyond Classroom, HMPS Tadris Matematika FITK UIN Malang Hadirkan CONE 2026, Menginspirasi Generasi, Mengabdi untuk Negeri

FITK INSIGHT – Malang, 27 Juli 2026 – Pendidikan terbaik tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui pengabdian, kolaborasi, dan kepedulian kepada masyarakat. Semangat itulah yang diwujudkan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) S1 Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui program Cinta, Kepedulian Otentik untuk Negeri (CONE) 2026 yang berlangsung pada 27 Juli–1 Agustus 2026 di MTs Islamiyah Pakis, Kabupaten Malang. Mengusung tema “Membangun Generasi Tangguh dan Berdampak Melalui Edukasi, Kreativitas, dan Pengabdian Nyata,” CONE 2026 menjadi ruang aktualisasi mahasiswa untuk menghadirkan pendidikan yang inspiratif sekaligus membangun karakter calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Program ini tidak hanya menjadi implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, tetapi juga bukti nyata bahwa mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri oleh seluruh guru dan peserta didik MTs Islamiyah Pakis. Dalam laporannya, Ketua Pelaksana CONE 2026 menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mengembangkan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian sosial. Hal senada disampaikan Ketua HMPS Tadris Matematika yang menekankan bahwa Mahasiswa Tadris Matematika dipersiapkan bukan hanya menjadi guru yang unggul dalam pedagogi, tetapi juga menjadi inovator pembelajaran dan pemimpin pendidikan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Ketua Program Studi S1 Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ulfa Masamah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa CONE merupakan representasi nyata visi program studi dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, guru masa depan tidak cukup hanya menguasai konsep pembelajaran, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, komunikasi, serta integritas moral dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala MTs Islamiyah Pakis, Mahrus Ali, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan HMPS Tadris Matematika UIN Malang menjadikan sekolahnya sebagai mitra pelaksanaan CONE 2026. Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik sekaligus memperluas wawasan mereka tentang pentingnya pendidikan tinggi dan inovasi pembelajaran.

Sebagai rangkaian pembuka, peserta mengikuti Stadium General bertema “Pembelajaran di Era Artificial Intelligence (AI)” yang disampaikan oleh Dimas Femy Sasongko, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia mengajak guru dan siswa memandang AI sebagai peluang untuk memperkaya proses pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru. Guru tetap menjadi sosok utama yang membimbing, menginspirasi, dan membentuk karakter peserta didik, sementara AI menjadi mitra dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, personal, dan efektif. Selama enam hari pelaksanaan, mahasiswa HMPS Tadris Matematika menghadirkan beragam program edukatif yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus karakter peserta didik. Berbagai aktivitas seperti penguatan numerasi, literasi digital, permainan edukatif, pembelajaran kreatif, pengembangan kreativitas, hingga kegiatan sosial menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi seluruh peserta.

Di sisi lain, CONE juga menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi pedagogik, kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan masalah secara langsung di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut memperkuat kesiapan mereka sebagai future mathematics educators yang profesional, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Program ini semakin menegaskan komitmen Program Studi S1 Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam pendidikan matematika, tetapi juga mampu memanfaatkan Artificial Intelligence, mengembangkan inovasi pembelajaran, memperkuat budaya riset, serta menghadirkan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari identitas akademiknya. Berbagai kolaborasi dengan sekolah, komunitas guru, pemerintah, dan mitra strategis terus diperluas sebagai upaya membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdampak.

CONE 2026 membuktikan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi terutama oleh kualitas manusia yang menggerakkannya. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, HMPS Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan wajah baru mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, nilai-nilai keislaman, dan kepedulian sosial dalam satu gerakan nyata. Dari MTs Islamiyah Pakis, semangat itu kembali ditegaskan: Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bukan sekadar mencetak guru matematika, tetapi melahirkan pendidik masa depan yang adaptif terhadap Artificial Intelligence, unggul dalam inovasi, kuat dalam kepemimpinan, dan hadir membawa manfaat bagi masyarakat. Inilah komitmen nyata menuju Indonesia Emas 2045 – Beyond Numbers, Beyond Classroom: Creating Impact for a Better Future.[iz]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: fitk.uin-malang.ac.id
Instagram : fitkuinmlg
Tiktok : fitk.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait