FITK NEWS – Bertekad mencetak lulusan ulul albab, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) terus berupaya membekali mahasiswa PAI tentang wawasan keIslaman. Terbukti, Kamis (22/10) lalu, jurusan ini menyelenggarakan kuliah tamu pendidikan bertema Meneguhkan Profesonalisme Guru PAI: Sebagai Penggerak Kemajuan Umat Berbasis Nilai-Nilai Religius dan Akhlak Mulia di Aula Rektorat lantai V.

Tema ini diusung karena dinilai relevan dengan peran guru PAI untuk membentuk karakter generasi muda. “Guru PAI menjadi tonggak bangsa untuk mencegah dan mengatasi maraknya fenomena split personality of government saat ini. Untuk itulah, sosok guru PAI harus berkepribadian insan kamil agar mewujudkan generasi Islam berakhlak mulia,” terang Dr Marno M Ag, Ketua Jurusan PAI FITK UIN Maliki Malang dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, Prof Dr H Mujamil Qomar M Ag yang didaulat menjadi narasumber mengungkapkan jika mahasiswa PAI perlu meningkatkan kekritisannya dalam menggabungkan esensi PAI dengan bidang lainnya. Seperti mengkaji nilai-nilai Islam dari perspektif sosio-historis maupun sosio-ekonominya.

Sehingga, mahasiswa PAI harus memahami bahasa Arab, tafsir dan hadits. Sebab, banyak data dan fakta yang ditulis menggunakan bahasa internasional. “Bahasa itu mudah. Jika sulit ditekuni, bukan dihindari,” terang Rektor IAIN Tulungagung dihadapan Wakil Dekan I dan II FITK UIN Maliki Malang, Kajur-Sekjur FITK UIN Maliki Malang serta mahasiswa PAI semester 1 hingga 7.

Tak hanya itu, alumni PAI IAIN Sunan Ampel Malang ini juga menyarankan agar mahasiswa menggiatkan revolusi belajar. Gunanya memupuk kepekaan mahasiswa terhadap peran Islam menghadapi isu-isu kontemporer. Seperti menggodok kebijakan-kebijakan pemerintah terkait agama serta praktik pembudidayaan nilai-nilai religi. Menurut Prof Dr H Mujamil Qomar M Ag, hal tersebut sangat penting. “Islam kaya akan konsep kedisiplinan dan kebersihan yang seharusnya benar-benar dibudayakan oleh guru PAI,” pungkas pria kelahiran Tuban tersebutPenulis: Dewi Nur Suci