Setiap manusia pasti akan selalu bergerak dan melakukan sesuatu, entah itu baik maupun buruk, setiap manusia pun pastinya berjalan penuh dengan tujuan, begitu pula dengan menjalankan kehidupannya ia pasti akan berusaha menentukan apa yang ingin ia tuju dan dengan cara apa ia menuju pada tujuan tersebut, sehingga pastinya

Ini Tujuanku, Apa Tujuanmu?

Oleh Nurul Fadhilah Fakaubun (Mahasiswa PBA Angkatan 2016)

 

Setiap manusia pasti akan selalu bergerak dan melakukan sesuatu, entah itu baik maupun buruk, setiap manusia pun pastinya berjalan penuh dengan tujuan, begitu pula dengan menjalankan kehidupannya ia pasti akan berusaha menentukan apa yang ingin ia tuju dan dengan cara apa ia menuju pada tujuan tersebut, sehingga pastinya aktivitas yang seorang manusia lakukan ialah untuk merealisasikan tujuannya.

Begitu pula dengan belajar Bahasa Arab, ketika kita menjadikan Bahasa Arab sebagai tujuan yang ingin kita capai maka, pasti kita akan banyak mengeluarkan tenaga yang lebih untuk dapat mempelajari Bahasa Arab, sehingga tak perlu dipaksa ataupun diancam dengan pemberian nilai jelek.

Namun, untuk menumbuhkan jiwa-jiwa yang memiliki tujuan yang satu yakni menguasai Bahasa Arab bukanlah hal yang mudah, sebab setiap orang memiliki penerimaan yang berbeda serta landasan berpikir yang berbeda. Maka perlu terutama bagi guru Bahasa Arab atau calon guru Bahasa Arab untuk tak pernah lupa untuk menyatukan persepsi atau pemahaman setiap mengajarkan bahasa arab.

Beberapa pengalaman yang didapati didalam mengajar, yakni perlu kita dahulukan untuk menyamakan persepsi terlebih dahulu, agar setiap anak atau setiap pembelajar Bahasa Arab memahami dengan baik mengapa ia perlu untuk belajar Bahasa Arab.

Di dalam mengajar pun perlu dengan pengulangan yang sangat banyak, sehingga setiapelajar mersatidakasing dengan kata yang diucapkan dengan Bahasa Arab. Hal ini pun dialami oleh penulis sendiri ketika menghadapi tantangan yang menegangkan namun asyik ketika dijalani, turun lapangan untuk implementasi teori dalam mengajarkan Bahasa Arab.

Terlihat sangat jelas bahwa di zaman sekarang para siswa jarang mengetahui mengapa mereka belajar bahasa arab, bahkan sangat anti dalam belajar bahasa Arab, ini menjadi tantang tersendiri bagi seorang guru yang mengajar bahasa Arab, sebab ia perlu memberi pemahaman yang benar mengapa para siswa belajar bahasa Arab.

Ketika seorang guru mampu memberikan persepsi serta menjadikan persepsi tersebut tertanam dalam diri seorang siswa, sudah pasti siswa tersebut akan cepat untuk menerima bahasa Arab, bahkan ia akan berusaha dengan sendirinya untuk selalu dapat belajar bahasa Arab.

Sehingga, memang benar mengajar seorang siswa adalah hal yang mudah, mengapa? Sebab seorang guru tersebut hanya melakukan transfer ilmu tanpa memastikan seorang siswa telah memahami atau belum, sedangkan mendidik seorang siswa ialah bukan hal yang mudah, sebab seorang guru perlu menelaah siswa bagaimana respons mereka dalam Bahasa Arab, serta apakah mereka suda tahu atau belum, setalah itu dalam tingkat mendidik pun, seorang guru juga pasti akan menelaah pemahaman siswa melalui tingkah lakunya, sebab pemahaman seseorang akan mempengaruhi tingkah lakunya.

Ketika seorang siswa itu mengetahui Bahasa Arab, dan ia naik tingkatan menjadi memahami bahasa Arab, maka pasti siswa tersebut akan terus mempraktikkan dalam berbicara atau menggunakan bahasa Arab. (Wallahu a‟lam Bi As-showab)