Pengenalan kosakata bisa dikatakan sebagai langkah awal dalam pembelajaran bahasa, tak terkecuali bahasa Arab. Dalam bahasa Arab kosakata disebut dengan mufrodat. Muhbib Abdul Wahab ketua jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulloh

Kalau Aku Mengenalnya Ro‟sun Sirah

Oleh Mohammad Sofi Anwar (Mahasiswa PBA Angkatan 2016)

 

Pengenalan kosakata bisa dikatakan sebagai langkah awal dalam pembelajaran bahasa, tak terkecuali bahasa Arab. Dalam bahasa Arab kosakata disebut dengan mufrodat. Muhbib Abdul Wahab ketua jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulloh Jakarta mengungkapkan dalam tulisannya, bahwa mufrodat adalah unsur bahasa yang sangat penting. Seorang pembelajar bahasa bisa membentuk ungkapan, kalimat, dan wacana berawal dari mufrodat. Jika perbendaharaan mufrodat yang dimiliki pembelajar sedikit, mereka akan kesulitan membentuk ungkapan kalimat yang diinginkan. Sebagian lain berpendapat pembelajaran bahasa asing harus dimulai dengan mengenalkan dan membelajarkan mufrodat itu sendiri. Baik dengan cara dihafal atau cara yang lainnya.

Belajar mufrodat dengan lagu dirasa cocok digunakan dalam pembelajaran mufrodat. Dengan lagu pembelajaran mufrodat akan terasa menyenangkan. Tujuan akan mudah dicapai hanya dengan mengeluarkan bunyian disertai nada yang teratur. Pembelajaran mufrodat dengan lagu dapat mencegah kejenuhan yang banyak terjadi di kalangan siswa. Lagu yang dinyanyikanpun harus merujuk pada materi pembelajaran.

Di salah satu yayasan yang menjadi tempat lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi penulis, menerapkan metode lagu ini pada tingkat ibtida‟/ Madrasah Ibtidaiyah (MI). Lagu yang digunakanpun sederhana dan tidak begitu sulit. Namun dapat menjadi dasar yangbagus untuk pembelajaran bahasa Arab. lagu yang digunakan seperti ro‟sun sirah… roqobatun gulu… udzunun kuping… sinnun untu.. dan seterusnya. Lagu ini biasa di kenal dengan syi‟ir ro‟sunsirah. Hanya saja lagu yang diterapkan di MI ini dilagukan dengan bahasa Indonesia, sehingga mudah dimengerti oleh seluruh siswa baik Jawa maupun luar Jawa.

Seluruh siswa ketika baru datang sebelum masuk kelas harus berbaris di regol. Di regol para ustaz sudah menyambut kedatangan mereka. Setiap 10-15 anak, mereka akan menyanyikan lagu itu bersama-sama. Sehingga keseruan akan mereka dapatkan. Dengan keseruan seperti itu, anak-anak akan belajar dengan perasaan senang dan tanpa beban. Lagu tersebut dilagukan lagi menjelang sholat dhuha sembari menunggu para siswa-siswi mengambil air wudhu.

Dengan terus dilagukan setiap hari, siswa akan selalu mendengar dan seiring berjalannya waktu lagu itu akan terpatri dalam hati mereka. mereka akan selalu ingat. Hal inilah yang membuat pembelajaran mufrodatdinilai efektif.

Tulisan ini telah dimuat di:

https://www.kompasiana.com/mohammad52929/5d8ed26f097f365 069106992/kalau-aku-mengenalnya-ro-sun-sirah