Progam Karantina Bahasa Arab Tumbuhkan Lingkungan Berbahasa di Pondok Pesantren Al-Bahjah

Kedatangan tim PKL (Praktik Kerja Lapangan) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang di Pondok Pesantren Al- Bahjah adalah upaya dari dua belah pihak baik UIN Malang dan Pondok Pesantren Al-Bahjah dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam ranah

Progam Karantina Bahasa Arab Tumbuhkan Lingkungan Berbahasa di Pondok Pesantren Al-Bahjah

Oleh Filza Aina Hanini (Mahasiswa PBA Angkatan 2016)

 

Kedatangan tim PKL (Praktik Kerja Lapangan) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang di Pondok Pesantren Al- Bahjah adalah upaya dari dua belah pihak baik UIN Malang dan Pondok Pesantren Al-Bahjah dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam ranah pembelajaran bahasa Arab. Salah satu program yang diminta dari Pondok Pesantren Al-Bahjah dalam pelaksanaan PKL adalah program karantina bahasa Arab selama 1 bulan penuh. Dengan adanya karantina bahasa Arab, para santri diharapkan dapat belajar bahasa Arab dengan maksimal sebagai pengenalan dasar belajar bahasa Arab sebelum diwajibkan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dalam kegiatan sehari-hari. Program ini tentu saja ditujukan untuk santri baru yang akan dibina khusus sebagai pengenalan bahasa Arab secara dasar.

Tim PKL PBA UIN Malang terdiri dari 6 mahasiswa dan 7 mahasiswi. Yang mana santri putra akan dibina oleh 6 mahasiswa, dan santri putri akan dibina oleh 7 mahasiswi. Santri yang akan mengikuti program karantina bahasa Arab adalah santri putra maupun santri putri kelas 7 SMPIQu Al-Bahjah dan kelas X SMAIQu Al-Bahjah. Program karantina dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang diinginkan oleh pihak Pondok Pesantren, mulai dari penentuan waktu dan materinya. Untuk strategi pembelajaran, metode mengajar dan pengelompokkan kelas diserahkan penuhkepada tim PKL.

Program karantina dilakukan setiap hari dengan jumlah 4 sesi (jam pelajaran) mulai dari pagi, siang, sore dan malam hari, dengan durasi waktu yang berbeda-beda menyesuaikan kegiatan pondok yang harus mereka ikuti pula. Materi yang akan diajarkan sudah disediakan oleh pihak Pondok Pesantren. Materi yang akan dicapai adalah kosakata bahasa Arab sehari-hari khususnya kata kerja dengan target menghafal 500 kosakata. Materi kosakata sendiri telah disiapkan oleh pihak Pondok Pesantren berupa kitab Af‟alul Yaumiyah. Selain itu, mempelajari kitab Lughotut Takkhotub yang berupa kumpulan teks bahasa Arab berisi percakapan sehari-hari juga menjadi target kedua pencapaian hasil program karantina bahasa Arab selama satu bulan.

Dengan materi yangtelah disiapkan, makatim PKL ditugaskan untuk mengajar dengan strategi dan metode yang efektif dan inovatif hingga semua target yang diharapkan tercapai dengan baik. Penulis berkesempatan untuk mengajar di kelas X SMAIQu Al-Bahjah banat. Dalam mengajar materi Af‟alul Yaumiyah penulis menggunakan metode drill yang mana metode drill dianggap sesuai untuk mengkonstruk hafalan siswa, dengan diulang berkali-kali, maka siswa diharapkan untuk dapat menghafal kosakata secara matang hingga diluar kepala. Selain itu setiap kali sebelum masuk pembelajaran, santri-santri diminta untuk melalar (membaca bersama) materi Af‟alul Yaumiyah yang sudah dipelajari dengan menggunakan nada. Selain itu, santri juga diminta untuk setoran hafalan kepada pengajar. Sehingga pengajar mengetahui progres hafalan setiap siswa sesuai target yang diinginkan, yakni menghafal 500 kosakata selama program karantina.

Dalam pembelajaran kitab Lughotut Takkhotub yang berupa kumpulan teks bahasa Arab mengenai percakapan sehari-hari, penulis menggunakan metode coperative learning dengan model Jigsaw. Model pembelajaran Jigsaw merupakan strategi yang membelajarkan peserta didik melalui teman-teman sebaya dan menciptakan semangat kerja sama serta memupuk suatu tanggung jawab. Dalam pembelajaran kitab Lughotut Takkhotub menggunakan metode Jigsaw siswa akan dikempokkan menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok akan diberikan sub materi teks yang mana akan menjadi tim ahli dalam sub materi yang diperoleh dan nanti akan berkumpul dengan kelompok lain untuk saling mengajarkan sub materi masing-masing yang telah dipelajari dengan kelompok sebelumnya. Namun sebelum mereka menjelaskan sub materi kepada kelompok barunya, tim ahli harus mengoreksikan hasil diskusi dari sub materi yang telah dipelajari kepada pengajar.

Metode digunakan sebagai upaya mengefektifkan pembelajaran untuk mencapai target materi yang harus dihabiskan dalam 1 bulan pada program karantina. Namun tetap dengan pemahaman yang menyeluruh dengan menjadikan santri untuk aktif belajar, bukan hanya menjadi pendengar dengan metode ceramah dari guru saja. Apalagi mengingat mereka adalah para santri yang tidak hanya memiliki kegiatan belajar, namun harus mengikuti kegiatan pondok pesantren.

 

Related posts

Prakom-Mini (Minikom), Program Pencetak Calon Faqih Cilik

by adminfitk
4 years ago

PKL PGMI UIN MALANG DI FAKFAK, PAPUA BARAT

by adminfitk
7 years ago

Naflah Rifqi (Prodi PAI) dan Mindset Transformatif Hadapi Tantangan di Era Digital

by anggauin
2 weeks ago
Exit mobile version