FITK INSIGHT – Malang — Memasuki Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menghadapi dinamika pendidikan yang semakin kompleks. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pengembangan Akademik: Sosialisasi Awal Perkuliahan dan Penyusunan RPS Semester Gasal 2026/2027 yang berlangsung di Aula Gedung Rektorat Lantai 5, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan dibuka dengan pengarahan Dekan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. Dalam arahannya, Dekan menyoroti perkembangan FITK, tantangan pendidikan nasional, transformasi kurikulum, hingga pentingnya membangun lulusan yang mampu menjadi arsitek pembelajaran di tengah perubahan zaman. Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. menyampaikan bahwa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FITK UIN Malang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Jumlah mahasiswa baru terus mengalami pertambahan dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari transformasi program studi yang semakin diminati, pencapaian akreditasi Unggul, serta penguatan mutu tata kelola akademik di lingkungan FITK UIN Malang. Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif sekaligus tanggung jawab besar bagi fakultas. Semakin banyak mahasiswa yang mempercayakan masa depan pendidikannya kepada FITK, semakin besar pula tuntutan untuk menghadirkan layanan akademik dan proses pembelajaran yang bermutu.

Dekan FITK mengungkapkan bahwa pada tahun ini FITK UIN Malang menerima 1.160 mahasiswa baru. Jumlah tersebut menjadi indikator besarnya kepercayaan masyarakat sekaligus menunjukkan posisi strategis FITK dalam ekosistem akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. FITK bahkan disebut sebagai “pembawa bendera akademik” UIN Malang. Makna tersebut mengandung pesan bahwa kualitas FITK memiliki keterkaitan erat dengan citra dan kualitas universitas secara keseluruhan.
Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang memiliki mandat penting dalam menyiapkan pendidik dan tenaga kependidikan, FITK menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Dekan menyoroti kondisi pendidikan yang sedang menghadapi berbagai persoalan, termasuk semakin ketatnya peluang kerja, tantangan terhadap jaminan kesejahteraan, serta masih adanya kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Kondisi tersebut menuntut lembaga pendidikan untuk tidak berhenti pada pola lama. Pendidikan guru harus mampu merespons perubahan zaman dengan melakukan transformasi, baik dari sisi kelembagaan, kurikulum, maupun proses pembelajaran.

Salah satu perubahan yang tidak dapat dihindari adalah hadirnya Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan AI perlu ditempatkan secara strategis sebagai bagian dari inovasi pembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Dosen dan mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk memahami, memanfaatkan, sekaligus mengkritisi teknologi tersebut agar penggunaannya tetap berada dalam koridor akademik, etika, dan tujuan pendidikan. Karena itu, transformasi pembelajaran di FITK perlu diarahkan pada kemampuan menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Salah satu gagasan utama yang ditekankan Dekan adalah perubahan orientasi lulusan. FITK diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang mampu menyampaikan materi, tetapi mampu menjadi arsitek pembelajaran. Arsitek pembelajaran adalah sosok pendidik yang mampu merancang pengalaman belajar secara utuh: memahami kebutuhan peserta didik, memilih strategi yang tepat, memanfaatkan teknologi, mengembangkan kreativitas, serta menciptakan lingkungan belajar yang bermakna. Untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan tiga kekuatan yang berjalan beriringan:
Pertama, lulusan yang adaptif.
Lulusan FITK harus mampu menghadapi perubahan, terbuka terhadap teknologi, memiliki kompetensi yang relevan, serta siap belajar sepanjang hayat.
Kedua, dosen yang inovatif.
Dosen tidak hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai penggerak inovasi pembelajaran dan pengembang budaya akademik.
Ketiga, kurikulum yang relevan.
Kurikulum harus terus dikaji dan ditransformasikan agar mampu menjawab perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, perubahan karakter peserta didik, serta tantangan pendidikan nasional.

Pengarahan Dekan FITK, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., dalam kegiatan Pengembangan Akademik menjadi momentum penting untuk menegaskan arah perjalanan FITK di tengah perubahan pendidikan yang semakin cepat. Pertumbuhan mahasiswa, pencapaian akreditasi Unggul, transformasi Program Studi MPI, hingga hadirnya 1.160 mahasiswa baru merupakan capaian yang harus diikuti dengan tanggung jawab untuk terus meningkatkan mutu.
FITK tidak cukup hanya menjadi fakultas yang besar. FITK harus menjadi fakultas yang unggul, adaptif, inovatif, dan relevan. Karena masa depan pendidikan tidak cukup dihadapi dengan cara-cara lama. FITK harus berani merancang masa depan melalui lulusan yang adaptif, dosen yang inovatif, kurikulum yang relevan, dan teknologi yang dimanfaatkan secara bijak.[iz]
Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: fitk.uin-malang.ac.id
Instagram : fitkuinmlg
Tiktok : fitk.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)





