FITK INSIGHT – Trenggalek, 15–17 Juli 2026 – Komitmen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi S1 Tadris Matematika bersama Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Trenggalek. Mengusung tema “Transformasi Pendidikan Matematika Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Mewujudkan Pembelajaran Inovatif, Etis, dan Berdampak di Sekolah/Madrasah”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi strategis dalam menyiapkan guru yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Bertempat di Aula MTs Muhammadiyah Watulimo, Kabupaten Trenggalek, pelatihan diikuti oleh para kepala sekolah serta guru SD, MI, MTs, SMA, MA, dan SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Trenggalek. Kehadiran ratusan pendidik tersebut mencerminkan tingginya antusiasme terhadap penguatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence secara bijaksana, kreatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi S1 Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ulfa Masamah, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa AI bukanlah pengganti guru, melainkan mitra strategis yang dapat memperkuat kualitas pembelajaran apabila dimanfaatkan secara tepat. Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Trenggalek, Sudirman, yang menilai kolaborasi bersama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesiapan guru menghadapi perubahan pendidikan yang semakin dinamis. Menurutnya, guru masa depan tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga mampu menanamkan karakter, budaya, dan nilai spiritual dalam setiap proses pembelajaran.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh penguatan melalui berbagai materi strategis yang disampaikan oleh para dosen ahli Program Studi S1 Tadris Matematika FITK UIN Malang. Dr. Imam Sujarwo, M.Pd. membuka sesi dengan materi Manajemen Kepemimpinan di Era Artificial Intelligence, yang menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif, pengambilan keputusan berbasis data, serta pembangunan budaya inovasi di lingkungan pendidikan. Selanjutnya, Dr. Marhayati, M.PMat. bersama Mutiara Arlisyah Putri Utami, M.Pd. mengajak peserta mendesain pembelajaran Deep Learning terintegrasi budaya berbasis AI, sehingga proses belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual dengan memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar.

Nuansa pelatihan semakin hidup melalui sesi praktik “Belajar Sambil Ber-AI” yang dipandu Ibrahim Sani Ali Manggala, M.Pd. Para peserta mencoba secara langsung berbagai platform Artificial Intelligence untuk menyusun modul ajar, menghasilkan media pembelajaran interaktif, menyusun soal HOTS, mengembangkan asesmen, hingga merancang pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Penguatan berikutnya diberikan oleh Muhammad Islahul Mukmin, M.Si., M.Pd. bersama Ulfa Masamah, M.Pd. melalui materi Transformasi Pembelajaran Matematika Berbasis STEM Terintegrasi Islam. Pada sesi ini ditegaskan bahwa matematika tidak lagi diajarkan sebagai ilmu yang berdiri sendiri, melainkan dihubungkan dengan sains, teknologi, rekayasa, kehidupan nyata, serta nilai-nilai keislaman untuk membentuk peserta didik yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter. Sebagai penutup rangkaian materi, Taufiq Satria Mukti, M.Pd. menguatkan implementasi pembelajaran inovatif berbasis Artificial Intelligence yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Ia menekankan bahwa AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran tanpa menghilangkan peran guru sebagai fasilitator, pembimbing, inspirator, dan teladan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung dinamis ketika para guru berbagi pengalaman mengenai tantangan implementasi AI di sekolah masing-masing. Banyak peserta mengaku memperoleh perspektif baru bahwa Artificial Intelligence bukan sekadar teknologi modern, tetapi dapat menjadi partner profesional dalam meningkatkan kreativitas, efisiensi, dan kualitas pembelajaran apabila digunakan secara etis dan bertanggung jawab.
Sebagai simbol eratnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan, kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Program Studi S1 Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kepada Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Trenggalek, disertai foto bersama seluruh narasumber dan peserta sebagai penanda lahirnya kolaborasi yang berkelanjutan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berbicara tentang kemajuan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana membangun ekosistem pembelajaran yang humanis, adaptif, dan bermakna. Melalui kolaborasi antara Program Studi S1 Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Trenggalek, lahir semangat baru untuk mencetak guru-guru yang mampu memanfaatkan Artificial Intelligence secara cerdas, memperkuat pembelajaran berbasis STEM dan Deep Learning, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan keislaman. Dengan sinergi yang terus diperkuat, FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan perannya sebagai pelopor inovasi pendidikan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Dari Trenggalek, semangat perubahan itu dikobarkan untuk melahirkan generasi pendidik yang adaptif, profesional, berintegritas, dan siap membawa pendidikan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, serta berdampak luas bagi peradaban.[iz]
Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: fitk.uin-malang.ac.id
Instagram : fitkuinmlg
Tiktok : fitk.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)





